Sahabat Orbit pernah mendengar Museum Benteng Heritage? Karena kemarin, tepatnya tanggal 23 Januari 2012, masyarakat Tionghoa merayakan imlek, Orbit jadi ingin pergi mengunjungi Museum Benteng Heritage. Hihi...
Di sana, kita bisa mengenal kebudayaan masyarakat China yang sudah berbaur menjadi bagian dari Indonesia. Meski bangunannya tidak terlalu luas, Museum Benteng Heritage, yang terlerletak di Tangerang ini, menyimpan ratusan benda berharga yang tak ternilai harganya, lho.
Ada apa saja di museum ini? Pertama, ada pintu yang dibuat dengan perhitungan yin dan yang, ada artefak peninggalan China yang ditemukan di lokasi sekitar Tangerang. Selain itu, ada pula relief cerita Sam Kwan Kong yang diukir dengan teknik cut and paste dengan tingkat kesulitan yang tinggi.
Dengan adanya museum ini, masyarakat dapat lebih mengenal kebudayaan dari negeri Tirai Bambu serta menjaga cagar budaya. Oh ya, kalian tahu tidak kenapa masyarakat China atau Tionghoa yang tinggal di Tangerang di sebut China Benteng?
Nama "China Benteng" berasal dari kata "Benteng", yakni nama lama kota Tangerang. Saat itu terdapat sebuah benteng Belanda di kota Tangerang di pinggir sungai Cisadane. Benteng ini digunakan sebagai pos pengamanan, yakni benteng terdepan pertahanan Belanda di pulau Jawa.
Nah, orang China Benteng mempunyai ciri khas tersendiri, warna kulitnya sedikit lebih gelap (walaupun tetap berkulit kuning) dibandingkan warga keturunan China lainnya di Indonesia. Mereka lebih mirip dengan orang-orang Vietnam ketimbang orang Tiongkok.
Kesenian mereka yang terkenal adalah kesenian campuran betawi-tionghoa, yaitu Cokek. Cokek adalah sebuah tarian berpasangan lelaki dan perempuan dengan iringan musik gambang kromong. Selain tarian ini masih banyak lagi lho, yang menarik dari kebudayaan China benteng. Bagaimana sahabat Orbit tertarik belajar kebudayaan China? Datanglah ke museum ini.
(dwy)

