Hati-Hati Saat Bumi Bergoyang!

Hati-Hati Saat Bumi Bergoyang!

Belum lama ini kita mendengar berita tentang gempa yang melanda pulau Bali. Begitu juga dengan gempa di Aceh dan Jepang yang disusul dengan Tsunami. Kejadian alam ini membuat kita takut karena guncangan bumi yang kencang. Sebenarnya, mengapa yah bisa terjadi gempa bumi? Apa sih penyebabnya?

Gempa terjadi karena adanya pelepasan energi dari dalam yang secara tiba-tiba melepaskan gelombang seismik karena adanya patahan atau ledakan pada kerak bumi. Seperti yang kita ketahui, bumi memiliki beberapa lapisan yang terdiri dari kerak, mantel, dan inti bumi. Nah, dari bagian-bagian yang ada, kerak bumi lah yang memiliki dampak paling besar saat gempa.

Kerak bumi atau lithospher adalah bagian bumi yang paling kaku dan terdiri atas lempengan-lempengan yang mengapung diatas mantel bumi. Sifat mantel bumi tidak kaku dan selalu bergerak sesuai dengan distribusi panas bumi sehingga pergeseran yang terjadi tidak terasa oleh kita. Kerak bumi yang berada diatasnya ikut bergerak menjauh, mendekat, atau bergeser mengikuti pergerakan mantel bumi.

Tapi ada kalanya lempengan bumi yang bergerak mengalami kemacetan dan saling mengunci. Saat itulah terjadi perkumpulan energi terus menerus sampai suatu saat salah satu lempengan sudah tidak kuat lagi dan mengalami patahan mendadak. Nah, inilah yang menyebabkan gempa bumi dam membuat semua yang ada dilapisan bumi berguncang. Wow!

Gempa bumi diukur menggunakan Seismometer untuk mengetahui seberapa kuat guncangan yang dihasilkan dalam satuan skala richter. Di Indonesia, kita memiliki Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika yang bertugas mengukur kekuatan gempa dan memberitahukannya kepada masyarakat agar tetap waspada.

Gempa bumi juga memiliki beberapa tipe lho. Selain gempa tektonik yang disebabkan pergeseran lempengan bumi, ada juga gempa Vulkanik yang disebabkan gunung meletus, gempa runtuhan akibat jatuhnya meteor ke bumi, dan gempa buatan yang disebabkan oleh ledakan nuklir.

 

 

Tags: planet mirip bumi