Hidup Bersama Tsunami, Sudah Siap?

Hidup Bersama Tsunami, Sudah Siap?

Kalau kita mendengar kata Tsunami, pasti kalian terbayang peristiwa di Jepang pada Maret 2011 lalu. Yup, fenomena alam ini memang mengerikan karena dampak kerusakannya. Tapi ternyata kita bisa menghindarinya kalau kita mengenalnya. Yuk, kita bahas bersama-sama.

Asal kata Tsunami sendiri berasal dari Jepang. Tsu artinya pelabuhan, dan nami yang berarti gelombang. Nama ini memang terkait dengan seringnya air laut yang naik di pelabuhan disana. Zaman dulu, masyarakat negeri Matahari ini menganggap Tsunami terjadi karena adanya makhluk raksasa yang marah didasar laut. Tapi seiring dengan perkembangan teknologi, penyebab Tsunami sudah tidak lagi dikaitkan dengan mitos tapi murni perubahan yang terjadi didasar laut yang biasanya diawali dengan gempa bumi.

Indonesia termasuk daerah yang rawan Tsunami lho Sahabat Orbit. Bahkan, negara kita masuk dalam area Ring Of Fire atau lingkaran api karena memiliki banyak sumber gempa bumi dan gunung api. Tsunami juga sudah terjadi di Flores (1992), di Banyuwangi (1994), di Aceh (2004), dan di Pangandaran (2006).

Agar korban bencana Tsunami tidak terlalu banyak, Pemerintah Indonesia sudah menyiapkan peralatan yang berfungsi sebagai peringatan dini. Peralatan seperti Seismometer (pengukur gempa), Tsunameter, dan pengukur pasang surut dikelola oleh Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG). Setiap terjadi gempa baik yang berpotensi Tsunami atau tidak, alat ini akan melaporkan dengan akurat untuk diinformasikan kepada masyarakat.

Selain peralatan pendeteksi gempa dan Tsunami, kita juga harus selalu siaga dalam menghadapi bencana yang terjadi. Kita harus bertindak cepat dan tepat saat menerima informasi gempa dan Tsunami, karena tsunami dapat tiba di daratan kurang dari 1 jam lho.. Wow!

Pertama, jangan panik. Tetaplah tenang dan segera lari ke tempat terbuka agar tidak tertimpa bangunan. Kedua, saat gempa sudah reda, segeralah berlari ketempat yang tinggi untuk menghindari terjangan Tsunami dan jangan menggunakan kendaraan karena bisa menyebabkan kemacetan yang justru membahayakan. Ketiga, ikutilah petunjuk dari petugas dan tetaplah berada ditempat yang aman sampai keadaan sudah dinyatakan cukup aman bagi masyarakat untuk kembali ketempat masing-masing.

Tags: geografi, Tsunami