Lebih Berhati-hati dengan Internet

Lebih Berhati-hati dengan Internet

Apakah teman-teman termasuk yang akrab dengan internet dalam kehidupan sehari-hari? Ada baiknya teman-teman selalu berhati-hati karena kejahatan internet saat ini semakin marak terjadi. Seperti yang baru-baru ini terjadi di Kanada. Seorang pria pedofil berusia 47 tahun berhasil dibekuk kepolisian setempat karena telah melakukan tindak kriminal penipuan terhadap anak-anak melalui internet. Ia mencari calon korban melalui situs percakapan atau chatting. Dalam percakapannya dengan korban, ia mengaku berusia 16 tahun. Setelah berhasil mengajak bertemu, ia lalu mencabuli korban-korbannya. Hiiii serem kan?
Internet dewasa ini memang sudah menjadi kebutuhan sehari-hari. Dengan kecepatan aksesnya, kita bisa melakukan segala pekerjaan, membantu menyelesaikan tugas-tugas, atau sekedar mencari hiburan. Internet bisa menjadi sarana pendidikan dan informasi tetapi, sekaligus bisa menjadi sebuah risiko dan ancaman bagi kita apabila kita tidak berhati-hati dalam menggunakannya. Sebuah penelitian terakhir di tahun 2010 menunjukkan jumlah pengguna internet anak-anak di Indonesia mencapai 45 juta orang. Jumlah tersebut sudah tentu akan terus meningkat seiring berkembangnya teknologi khususnya komputer dan telepon seluler sebagai sarana pendukung dalam mengakses internet. Hmm.. kira-kira berapa ya jumlahnya saat ini?
Internet adalah jaringan komputer di dunia yang dihubungkan bersama-sama sehingga dapat berbagi pakai informasi dan sumber daya. Internet pertama kali digunakan pada tahun 1969 untuk keperluan militer Amerika Serikat. Internet dijalankan melalui proyek ARPANET (Advanced Research Project Agency Network) yang kemudia menjadi cikal bakal Ip atau Internet Protocol. Tujuannya ialah untuk melakukan komunikasi dalam jarak tak terhingga yang melalui saluran telepon. Dari sanalah kemudian internet semakin dikenal kemudian dikembangkan hingga menjadi kebutuhan hampir semua orang di berbagai belahan dunia saat ini.
Beraneka ragam materi yang disajikan melalui internet tentunya memiliki dampak, baik positif maupun negatif. Dengan sekali klik, teman-teman bisa langsung mendapatkan seabrek informasi yang teman-teman cari. Nah, teman-teman harus teliti, ya! Dampak negatif yang bisa saja mengancam teman-teman antara lain adanya pornografi, kebencian, rasisme, kejahatan, kekerasan, penipuan, serta pelecehan seksual.
Sebuah penelitian yang mengikutsertakan lebih dari 3000 remaja dari 14 negara menunjukkan tingkat aktivitas online tertinggi yang dilakukan yakni game online, browsing/surfing web, jejaring sosial, chatting, dan terakhir mengerjakan tugas-tugas sekolah. Game online menduduki peringkat pertama dalam urutan aktivitas penggunaan internet oleh anak-anak. Teman-teman yang suka bermain game online harus bisa lebih waspada ya. Jangan meniru hal-hal yang tidak pantas seperti sering terjadi pada game online kebayakan. Misalnya saja, penggunaan kata-kata kasar. Ini terjadi karena tidak semua kata-kata kasar dalam game online bisa diblokir.
Penelitian lain menyatakan sebanyak 76% remaja (13-17tahun) rutin mengunjungi situs jejaaring sosial tiap harinya. Sementara di Eropa, survey Komisi Eropa (EC) menyatakan 50% dari seluruh responden remaja usia 9-12 tahun telah memiliki akun pribadi di situs jejaring sosial. Yang perlu dikhawatirkan adalah banyak di antara mereka yang tidak paham cara mengganti pengaturan privasi yang ada di berbagai situs jejaring sosial. Parahnya lagi, banyak di antara mereka mengaku bahwa orangtua mereka tidak tahu aktivitas apa saja yang mereka lakukan dengan internet. Banyak juga, ya teman-teman kita di seluruh dunia yang aktif menggunakan internet.
Nah, teman-teman sudah tahu kan bahaya yang mengancam dari penggunaan internet. Mulai sekarang, berhati-hatilah dan jangan takut untuk bertanya atau minta tolong kepada kakak, ataupun orang tua supaya teman-teman terhindar dari bahaya atau kejahatan internet.
(karina.th)

Tags: informatika, internet, sains