Udah pernah liat video clip terbaru dari Justin Bieber yang judulnya Mistletoe? Disana kalian bisa lihat kan Justin bernyanyi ditengah hujan salju? Pasti seru yah kalau di Indonesia bisa turun salju seperti itu, tapi karena Indonesia termasuk negara yang beriklim tropis, kita ngga bisa deh ngerasain hujan salju. Tapi, Sebenernya salju itu terbuat dari apa sih? Kok bisa yah gumpalan es kecil-kecil melayang dan jatuh ke bumi?
Salju sebenarnya terbuat dari uap air yang berkumpul di atmosfer Bumi. Kumpulan uap air ini mendingin hingga temperatur dimana gas bisa berubah bentuk menjadi cair atau padat yang disebut Kondensasi. Setelah itu, hasil kondensasi tadi menggumpal membentuk awan. Sama prosesnya seperti hujan, semakin banyaknya uap air yang membentuk awan, maka semakin bertambah juga beratnya. Dan ketika udara udah ngga sanggup lagi menahannya, awan yang menggumpal tadi akan pecah dan mengeluarkan partikel air.
Partikel air yang jatuh ke bumi adalah air murni lhoo Sahabat Orbit, maksudnya air tersebut belum tercampur zat apapun yang bisa mengotorinya. Seperti yang kita pelajari di pelajaran IPA, air murni baru dapat membeku saat temperatur udara lebih rendah dari 0 derajat Celcius dan biasanya temperatur udara tepat dibawah awan adalah dibawah 0 derajat celcius, tetapi ini juga tergantung seberapa tingginya diatas permukaan laut. Nah, saat partikel air murni jatuh dan bersentuhan dengan udara, air murni tadi seketika berubah menjadi kristal es. Tapi ternyata bukan udara saja yang membuat air menjadi es, sentuhan dari kotoran dan partikel lain diudara atau disebut dengan proses Nukleator yang membuat proses pembekuan air semakin cepat.
Lalu, kalau begitu harusnya di Indonesia bisa dong terjadi salju? Eits, tunggu dulu.. Jika temperatur udara tidak sampai melelehkan kristal es yang jatuh, maka terjadilah salju.. Karena Indonesia memiliki temperatur yang tinggi, yaa jadinya yang jatuh ke bumi adalah hujan air deh.
(Nath)

