Menulis status di Facebook sih boleh-boleh saja. Tapi kalau statusnya berisi keluhan-keluhan ke orangtua, bisa jadi masalah tuh Sahabat Orbit. Seperti yang terjadi di Amerika baru-baru ini, seorang pekerja Teknik Informasi mendapati putrinya menulis status yang menunjukkan kekesalan padanya. Saking marahnya, ayah dengan nama Tommy Jordan ini merekam adegan dirinya menembaki laptop si anak dan mengunggahnya di YouTube. Wah! Parah juga yah..
Walaupun status Facebook itu disembunyikan, sang ayah yang menguasai teknik komputer ini bisa menemukan status yang berisi ungkapan kekesalannya karena merasa diperlakukan tidak adil, sering disuruh melakukan pekerjaan rumah, dan merasa hidupnya dipersulit oleh orangtuanya. Melihat hal itu, langsung saja Tommy membalas perlakuan putrinya itu dengan merekam adegan mulai dari membacakan status anaknya, menanggapinya, sampai merekam penembakan laptop tersebut.
Tommy menanggap bahwa status yang dituliskan oleh putrinya sangatlah berlebihan dan sangat tidak menghormati orangtuanya. Padahal menurut Tommy, hidup putrinya sudah sangat berkecukupan dengan teknologi yang difasilitasinya. Akibatnya, si anak mendapat hukuman selama 3 bulan.
Video berdurasi 8 menit ini selain diunggah via YouTube, Tommy menyebarkannya di akun Facebook miliknya dengan mengungkapkan rasa kecewa terhadap anaknya. Ungkapan kekesalannya juga berhasil menarik 29 juta penonton dengan berbagai komentar pro dan kontra.
Waduh, ternyata gawat juga yah kalau kita tidak hati-hati dalam mengungkapkan emosi di jejaring sosial apalagi kekesalan itu tentang orangtua kita. Cara terbaik bila ada masalah, diskusikan kepada orangtua dan tidak perlu disebarkan ke publik lho Sahabat Orbit. Kalau kita bisa berkomunikasi dengan baik dengan Papa dan Mama, kita tak perlu lagi mengeluhkan soal orangtua apalagi sampai tulis status emosi.

