Kalian pasti sudah pernah nonton di bioskop dong? Kalau begitu, apakah kalian pernah menonton film 3 dimensi? Nah, industri film dunia sedang gencar-gencarnya nih membuat film 3 dimensi. Eits, tapi permasalahannya, tidak sedikit orang yang mengeluh merasa mual dan pusing setelah menonton 3D. Lho, kenapa ya?
3 dimensi atau yang biasa disingkat 3D atau juga disebut ruang, adalah bentuk dari benda yang memiliki panjang, lebar, dan tinggi. Istilah ini biasanya digunakan dalam bidang seni, animasi, komputer dan matematika. 3D adalah pengembangan dari animasi 2D, dengan animasi 3D, karakter yang diperlihatkan semakin hidup dan nyata, mendekati wujud manusia aslinya.
Peneliti dari California State University, yang mempelajari pengaruh teknologi terhadap proses psikologis mengatakan, beberapa orang mungkin memilih untuk menyaksikan film 3D karena mereka menyukai film itu untuk alasan lain, misalnya efek khusus yang hebat.
Tetapi, menurutnya, menonton film 3D meningkatkan peluang ketidaknyamanan kita, dibandingkan dengan penonton film 2D (yang biasa kita tonton), penonton film 3D berpeluang tiga kali lipat mengalami mata lelah, pusing, atau bermasalah dengan penglihatannya.
Nah, para peneliti itu memberitahukan bahwa menggunakan 3 dimensi tidak akan memberikan manfaat lebih dalam memahami film dengan lebih baik atau membuat film itu lebih bermakna.
Tim peneliti itu meminta pendapat 400 orang yang menonton film Alice in Wonderland, Clash of the Titans, dan How to Train Your Dragon. Para penonton diminta mengukur seberapa nyata, serta pengalaman emosi dan sensasi yang mereka rasakan sewaktu menonton film 3D.
Survei memperlihatkan tak satu pun kelompok yang mengingat film tersebut. Ini menunjukkan bahwa penonton film 3D tidak membuat kita mengalami perasaan berada dalam film, juga tidak lebih membuat kita berkonsentrasi ataupun mengalami emosi lebih dalam.
Tak hanya itu, peneliti dari St. Peter's College di Jersey City, juga menyebutkan bahwa gambar yang terlihat begitu nyata pada film 3 dimensi dapat mengacaukan kemampuan otak untuk memilah sinyal yang datang melalui indera, sehingga dapat memicu mual dan pusing. Mual akibat film 3D dinamakan dengan istilah cybersickness. Bagaimana menurut kalian yang sudah menonton film 3D?
(dwy)

